Rancangan Kegiatan Statistik
| Judul | Kompilasi Data Statistik Perkebunan Di Indonesia Tahun 2026 |
| Cara Pengumpulan Data | Kompromin |
| Instansi | Kementerian Pertanian |
| Tanggal Terbit | 13 Mei 2026 |
| Identitas Rekomendasi | K-26.0000.051 |
Ketersediaan data dan informasi statistik yang akurat, mutakhir dan dapat dipertanggungjawabkan merupakan salah satu unsur penting dalam mendukung perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi pembangunan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, perencanaan pembangunan harus didasarkan pada data dan informasi yang akurat. Selain itu, melalui Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, setiap instansi pemerintah diamanatkan untuk meningkatkan tata kelola data agar menghasilkan data yang berkualitas. terpadu, serta mudah diakses dan dibagi pakaikan antar instansi.
Sehubungan dengan hal tersebut,diperlukan ketersediaan data statistik yang menggambarkan kondisi dan perkembangan subsektor perkebunan secara komprehensif. Oleh karena itu dilaksanakan kegiatan Kompilasi Data Statistik Perkebunan di Indonesia untuk menghimpun, mengolah, dan menyajikan data statistik perkebunan yang meliputi luas areal, produksi dan produktivitas komoditas perkebunan dari berbagai wilayah di Indonesia sebagai bahan prerencanaan dan evaluasi pembangunan di sektor perkebunan.
Sekretariat Direktorat Jenderal Perkebunan melaksanakan kegiatan Kompilasi Data Statistik Pokok Perkebunan Tahun 2025. Kegiatan ini meliputi pengumpulan, pengolahan, penyajian data dan informasi perkebunan yang dilakukan secara bertahap, dimulai dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi. Hasil rekapitulasi di tingkat provinsi selanjutnya dikirinkan ke Direktorat Jenderal Perkebunan untuk disinkrinisasi, diverifikasi, dan disajikan dalam bentuk publikasi berupa Buku Statistik Perkebunan.
Tujuan Umum
Memperoleh data statistik di bidang perkebunan yang lengkap, akurat dan mutakhir dengan cakupan seluruh wilayah Indonesia pada tahun t-1 (tahun lalu) sebagai angka tetap, tahun t (tahun berjalan) sebagai angka sementara dan t+1 (tahun depan) sebagai angka estimasi.
Tujuan Khusus
Kegiatan Kompilasi Data Statistik Pokok Perkebunan Nasional dilaksanakan untuk memperoleh data statistik mengenai:
Luas areal perkebunan menurut status tanaman (Tanaman Belum Menghasilkan/TBM, Tanaman Menghasilkan/TM, dan Tanaman Tidak Menghasilkan/TTM)
Produksi komoditas perkebunan menurut jenis komoditas
Produktivitas tanaman perkebunan
Jumlah pekebun
Perkembangan komoditas perkebunan utama di tingkat provinsi dan nasional
Data yang dikompilasi tersebut disajikan menurut jenis pengusahaan, yaitu Perkebunan Rakyat (PR) dan Perkebunan Besar (PB)
| Kegiatan | Tanggal Mulai | Tanggal Selesai | |
|---|---|---|---|
| A. | Perencanaan/Persiapan |
02 Januari 2026
|
24 Mei 2026
|
| B. | Pelaksanaan Lapangan |
25 Mei 2026
|
30 Juni 2026
|
| C. | Pengolahan |
01 Juli 2026
|
31 Agustus 2026
|
| D. | Analisis |
01 September 2026
|
30 November 2026
|
| E. | Penyajian |
01 Desember 2026
|
31 Desember 2026
|
|
No.
|
Nama Variabel
|
Definisi
|
Referensi Waktu
|
|---|---|---|---|
| 1 | Luas Areal Perkebunan | luas tanaman komoditas perkebunan baik yang belum menghasilkan, sedang menghasilkan maupun tidak menghasilkan/rusak | a. Angka Tetap (1 Januari s.d 31 Desember t-1); b. Angka Sementara (1 Januari - 30 Juni tahun t (data realisasi) dan 1 Juli - 31 Desember tahun t (data perkiraan)); c. Angka Estimasi (1Januari-31 Desember tahun t+1) |
| 2 | Luas Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) | tanaman yang belum memberikan hasil karena tanaman tersebut masih muda (belum pernah berbunga/belum cukup umur untuk berproduksi) | a. Angka Tetap (1 Januari s.d 31 Desember t-1); b. Angka Sementara (1 Januari - 30 Juni tahun t (data realisasi) dan 1 Juli - 31 Desember tahun t (data perkiraan)); c. Angka Estimasi (1Januari-31 Desember tahun t+1) |
| 3 | Luas Tanaman Menghasilkan (TM) | tanaman yang sedang menghasilkan dan atau sudah pernah menghasilkan/berproduksi walaupun pada saat ini sedang tidak menghasilkan karena belum musimnya. Termasuk juga tanaman yang tidak dipanen. | a. Angka Tetap (1 Januari s.d 31 Desember t-1); b. Angka Sementara (1 Januari - 30 Juni tahun t (data realisasi) dan 1 Juli - 31 Desember tahun t (data perkiraan)); c. Angka Estimasi (1Januari-31 Desember tahun t+1) |
| 4 | Luas Tanaman Tidak Menghasilkan/Tanaman Rusak (TTM/TR) | tanaman yang tidak menghasilkan disebabkan karena tanaman yang sudah tua, rusak, mandul, serta tidak memberikan hasil | a. Angka Tetap (1 Januari s.d 31 Desember t-1); b. Angka Sementara (1 Januari - 30 Juni tahun t (data realisasi) dan 1 Juli - 31 Desember tahun t (data perkiraan)); c. Angka Estimasi (1Januari-31 Desember tahun t+1) |
| 5 | Produksi | Banyaknya hasil yang diperoleh dari setiap jenis tanaman perkebunan yang diusahakan selama periode laporan sesuai dengan wujud produksi masing-masing tanaman. | a. Angka Tetap (1 Januari s.d 31 Desember t-1); b. Angka Sementara (1 Januari - 30 Juni tahun t (data realisasi) dan 1 Juli - 31 Desember tahun t (data perkiraan)); c. Angka Estimasi (1Januari-31 Desember tahun t+1) |
| 6 | Produktivitas | jumlah produksi yang dihasilkan per satuan luas tanaman menghasilkan pada periode laporan | a. Angka Tetap (1 Januari s.d 31 Desember t-1); b. Angka Sementara (1 Januari - 30 Juni tahun t (data realisasi) dan 1 Juli - 31 Desember tahun t (data perkiraan)); c. Angka Estimasi (1Januari-31 Desember tahun t+1) |
| 7 | Jumlah Pekebun | banyaknya pekebun yang membudidayakan/mengusahakan tanaman perkebunan Rakyat | a. Angka Tetap (1 Januari s.d 31 Desember t-1); b. Angka Sementara (1 Januari - 30 Juni tahun t (data realisasi) dan 1 Juli - 31 Desember tahun t (data perkiraan)); c. Angka Estimasi (1Januari-31 Desember tahun t+1) |
| 8 | Komoditas Perkebunan | Jenis tanaman perkebunan yang diusahakan untuk tujuan ekonomi yang dapat berupa tanaman tahunan dan tanaman semusim | a. Angka Tetap (1 Januari s.d 31 Desember t-1); b. Angka Sementara (1 Januari - 30 Juni tahun t (data realisasi) dan 1 Juli - 31 Desember tahun t (data perkiraan)); c. Angka Estimasi (1Januari-31 Desember tahun t+1) |
| 9 | Provinsi | wilayah administrasi pemerintahan tingkat pertama sebagai wilayah dalam penyajian data statistik tingkat regional | a. Angka Tetap (1 Januari s.d 31 Desember t-1); b. Angka Sementara (1 Januari - 30 Juni tahun t (data realisasi) dan 1 Juli - 31 Desember tahun t (data perkiraan)); c. Angka Estimasi (1Januari-31 Desember tahun t+1) |
| 10 | Kabupaten | satuan wilayah analisis dalam statistik yang digunakan untuk penyajian data tingkat daerah | a. Angka Tetap (1 Januari s.d 31 Desember t-1); b. Angka Sementara (1 Januari - 30 Juni tahun t (data realisasi) dan 1 Juli - 31 Desember tahun t (data perkiraan)); c. Angka Estimasi (1Januari-31 Desember tahun t+1) |
| 11 | Status Pengusahaan | kategori usaha perkebunan berdasarkan pihak pengelola atau pemilik usaha perkebunan yang terdiri dari Perkebunan Rakyat, Perkebunan Besar Negara dan Perkebunan Besar Swasta | a. Angka Tetap (1 Januari s.d 31 Desember t-1); b. Angka Sementara (1 Januari - 30 Juni tahun t (data realisasi) dan 1 Juli - 31 Desember tahun t (data perkiraan)); c. Angka Estimasi (1Januari-31 Desember tahun t+1) |
- Pengumpulan Data Sekunder
- Supervisi
- Lainnya : Verifikasi data dengan mengumpulkan dinas secara berjenjang
- Lainnya : komoditas perkebunan dan wilayah
- Nasional
- Provinsi
- Kabupaten Atau Kota