Beranda / Rekomendasi Terbit / Kompilasi Data Nilai Tukar Petani Kabupaten Sidoarjo Tahun 2026

Rancangan Kegiatan Statistik

Judul Kompilasi Data Nilai Tukar Petani Kabupaten Sidoarjo Tahun 2026
Cara Pengumpulan Data Kompromin
Instansi Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo
Tanggal Terbit 12 Februari 2026
Judul Kegiatan :
Kompilasi Data Nilai Tukar Petani Kabupaten Sidoarjo
Tahun:
2026
Cara Pengumpulan Data:
Kompromin
I. Penyelenggara
1.1. Instansi Penyelenggara:
Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo
1.2. Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara:
Jl. Pahlawan Km 2 Sidoarjo, Jawa TImur, 61212
Telepon:
08123599285
Faksmile:
08123599285
Email:
dipertasidoarjo@gmail.com
II. Penanggung Jawab
2.2. Penanggung Jawab Teknis (setingkat Eselon 3):
Nama:
drh. Tony Hartono
Jabatan:
Sekretaris
Alamat:
Jl. Pahlawan Km 2
Telepon:
-
Faksmile:
0318941252
Email:
panperta@sidoarjokab.go.id
III. Perencanaan dan Persiapan
3.1. Latar Belakang Kegiatan:

Pembangunan pertanian di Indonesia telah memberikan sumbangan besar dalam keberhasilan pembangunan nasional, baik langsung maupun tidak langsung melalui penciptaan kondisi yang kondusif bagi pelaksanaan pembangunan dan hubungan sinergis dengan sektor lain. Dengan orientasi pembangunan pertanian ke arah perbaikan kesejahteraan pelaku pembangunan, yaitu petani, salah satu alat ukur untuk melihat dinamika tingkat kesejahteraan tersebut adalah Nilai Tukar Pertanian (NTPR), yang mencakup Nilai Tukar Komoditas Pertanian (NTKP) dan Nilai Tukar Petani (NTP). NTKP berkaitan dengan kekuatan daya tukar/daya beli dari komoditas pertanian terhadap komoditas/produksi lain yang dipertukarkan. Sedangkan NTP berkaitan dengan kemampuan daya beli petani dalam membiayai kebutuhan hidup rumah tangganya. Menurut Ruauw (2010), mayoritas penduduk Indonesia memanfaatkan sumber daya alam yang ada untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan salah satu caranya adalah dengan bertani. Namun pada kenyataannya sumber daya alam tidak sepenuhnya dimanfaatkan. Perlu diketahui bahwa dua per tiga penduduk Indonesia tinggal di daerah pedesaan dan sebagian besar di antaranya masih menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. Diharapkan sektor pertanian ini dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan yang mampu meningkatkan pendapatan para petani dan mampu mengentaskan kemiskinan. Namun sejak mengendurnya perhatian pemerintah terhadap pertanian padi setelah dicapainya swasembada beras tahun 1984, kesejahteraan petani padi tampak semakin merosot. Berdasarkan data BPS pada tahun 2012, jumlah penduduk miskin di perdesaan berjumlah 18,48 juta jiwa atau 15,12 persen terhadap total penduduk perdesaan. Secara khusus kesejahteraan petani pangan perlu menjadi perhatian, karena berkaitan dengan masa depan usaha tani padi atau pangan lainnya dalam berkesinambungan produksi sebagai makanan pokok masyarakat Indonesia. Nilai Tukar Petani (NTP) Desember 2024 Sebesar 122,78 Atau Naik 1,23 Persen. Harga Gabah Kering Panen Di Tingkat Petani Naik 0,87 Persen Dan Harga Beras Premium Di Penggilingan Naik 1,24 Persen. Nilai Tukar Petani (NTP) Februari 2024 Sebesar 120,97 Atau Naik 2,28 Persen..Dengan demikian NTP adalah merupakan salah satu indikator yang dapat dijadikan acuan dalam menentukan arah kebijakan pertanian. NTP adalah rasio indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar oleh petani. Dari penjabaran diatas dapat diketahui untuk mengukur kemampuan tukar produk pertanian dihasilkan petani dengan barang/jasa dikonsumsi oleh rumah tangga petani dan barang/jasa menghasilkan produk pertanian, sehingga perlunya kajian mengenai Analisis Nilai Tukar Pertanian di Kabupaten Sidoarjo. 

3.2. Tujuan Kegiatan:

3.2. Tujuan Kegiatan:

  1. Mengidentifikasi struktur biaya dan analisis usaha tani tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan di Kabupaten Sidoarjo
  2. Mengidentifikasi struktur pengeluaran rumah tangga petani tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan di Kabupaten Sidoarjo
  3. Mengidentifikasi dinamika nilai tukar rumah tangga petani dan nilai tukar komoditas tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan di Kabupaten Sidoarjo.
3.3. Rencana Jadwal Kegiatan:
Kegiatan Tanggal Mulai Tanggal Selesai
A. Perencanaan/Persiapan
11 Februari 2026
28 Februari 2026
B. Pelaksanaan Lapangan
18 Juni 2026
31 Juli 2026
C. Pengolahan
23 Juli 2026
15 Agustus 2026
D. Analisis
01 September 2026
19 September 2026
E. Penyajian
24 September 2026
24 September 2026
3.4. Variabel yang Dikumpulkan:
Nama Variabel
Definisi
Referensi Waktu
Harga yang Dibayar Petani Beberapa variabel lain yang digunakan dalam analisis NTP untuk mengukur kesejahteraan petani meliputi: Pendapatan petani: Total pendapatan yang diterima oleh petani dari hasil pertanian mereka, yang dapat dipengaruhi oleh hasil produksi dan harga jual produk. Tingkat konsumsi: Kemampuan petani untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka dengan pendapatan yang diterima dari hasil pertanian. Kemiskinan petani: Proporsi petani yang hidup di bawah garis kemiskinan, yang berhubungan dengan seberapa besar daya beli petani dan akses mereka terhadap barang dan jasa. 2026
Harga yang diterima Petani harga produsen yang diterima petani dari hasil usahanya 2026
IV. Desain Kegiatan
4.1. Kegiatan Ini Dilakukan:
Berulang
4.2. Frekuensi Penyelenggaraan:
Tahunan
4.3. Tipe Pengumpulan Data:
Longitudinal Panel
4.4. Cakupan Wilayah Pengumpulan Data:
Sebagian Wilayah Indonesia
4.5. Wilayah Kegiatan:
Nama Provinsi
Kabupaten/Kota
4.6. Metode Pengumpulan Data:
  • Pengumpulan Data Sekunder
4.7. Sarana Pengumpulan Data:
  • Lainnya : pengumpulan data sekunder
VI. Pengumpulan Data
6.1. Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Study)?
Tidak
6.6. Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data:
  • Lainnya : Validasi dengan data sekunder
VII. Pengolahan Dan Analisis
7.1. Tahapan Pengolahan Data:
Penyuntingan (Editing)
: Tidak
Penyandian (Coding)
: Tidak
Data Entry
: Ya
Penyahihan (Validasi)
: Ya
7.2. Metode Analisis:
Analisis Deskriptif
7.3. Unit Analisis:
  • Individu
7.4. Tingkat Penyajian Hasil Analisis:
  • Kabupaten Atau Kota
VIII. Diseminasi Hasil
8.1. Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Tercetak (Hardcopy)
: Tidak
Digital (Softcopy)
: Ya
Data Mikro
: Tidak